RSS

teori ekonomi-konsep faktor produksi

06 Jan

FAKTOR PRODUKSI

 

Produksi :

Setiap proses / usaha yang menciptakan nilai atau memperbesar nilai suatu barang.

Pengubahan bahan-bahan dari sumber menjadi hasil yg diinginkan konsumen dan hasilnya dapat berupa barang atau jasa.

 

Produksi adalah menciptakan manfaat dan bukan menciptakan materi. Maksudnya

adalah bahwa manusia mengolah materi itu untuk mencukupi berbagai kebutuhannya,

sehingga materi itu mempunyai kemanfaatan. Apa yang bisa dilakukan manusia dalam

“memproduksi” tidak sampai pada merubah substansi benda. Yang dapat dilakukan

manusia berkisar pada misalnya mengambilnya dari tempat yang asli dan mengeluarkan

atau mengeksploitasi (ekstraktif). Memindahkannya dari tempat yang tidak membutuhkan

ke tempat yang membutuhkannya, atau menjaganya dengan cara menyimpan agar bisa

dimanfaatkan di masa yang akan datang atau mengolahnya dengan memasukkan bahanbahan

tertentu, menutupi kebutuhan tertentu, atau mengubahnya dari satu bentuk menjadi

bentuk yang lainnya dengan melakukan sterilisasi, pemintalan, pengukiran, atau

penggilingan, dan sebagainya. Atau mencampurnya dengan cara tertentu agar menjadi

sesuatu yang baru. Hal itu semua hanya mengubah kondisi materi, sehingga pada kondisi

yang barupun substansinya tetap tidak berubah

kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi, maka tanpa kegiatan

produksi yang menghasilkan barang dan jasa tak akan ada yang bisa dikonsumsi. Oleh

karena itu, kegiatan produksi merupakan suatu hal yang diwajibkan karena tanpa kegiatan

produksi maka aktifitas kehidupan akan berhenti.

 

 

Faktor produksi

  1. Tanah (land) atau sumber daya alam (natural resources)
  2. Tenaga kerja manusia (labour) atau sumber daya manusia (human resources)
  3. Modal (capital)
  4. Kecakapan tata laksana (managerial skill)

 

  1. a.      Tanah atau sumber daya alam

Berasal dari alam atau disediakan oleh alam

Meliputi :

  1. Tenaga penumbuh daripada tanah, baik untuk pertanian, perikanan maupun pertambangan
  2. Tenaga air untuk pengairan, pelayaran dan juga untuk keperluan perikanan
  3. Ikan dan mineral, baik ikan dan mineral darat (sungai, danau, tambak) maupun ikan dan mineral laut.
  4. Tanah yang di atasnya didirikan bangunan
  5. Living stock, seperti ternak dan hewan lainnya
  6. Iklim, cuaca, curah hujan, arus angin dsb.
  7. Bebatuan, kayu dll

 

b.Tenaga Kerja

Sumber daya manusia à kualitasnya tergantung :

  1. Kualitas / mutu kesehatan
  2. Kekuatan fisik
  3. Pendidikan
  4. Kecakapan

Fungsi tenaga kerja

  • Pada usaha kecil à tidak dapat dibedakan

misal dlm usaha budidaya à petani berperan ganda sbg manager dan juga tenaga kerja.

    • Pada usaha besar à dapat dibedakan
  1.                                                               i.      Tenaga eksekutif à tenaga yg ahli dlm bidangnya, menguasai manajemen dan mempunyai visi ke depan.

Tugas pokok :

  1. Mengambil keputusan
  2. Melaksanakan fungsi organik manajemen, merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinir dan mengawasi
  3.                                                             ii.      Tenaga operatif à tenaga terampil yg menguasai bidang pekerjaannya.

Terdpt 3 golongan bila ditinjau dari kemampuannya:

  1. Tenaga terampil (skilled labour)
  2. Tenaga setengah terampil (semi skilled labour)
  3. Tenaga tidak terampil (unskilled labour)

 

Sumber tenaga kerja

Dari dalam perusahaan

berasal dari promosi, transfer dari bagian lain

keuntungan à dapat dipilih tenaga kerja terbaik dan tidak memerlukan biaya

    1. Teman-teman karyawan à sdh mengetahui kualifikasinya shg diperoleh calon yg pasti.
    2. Lembaga penempatan tenaga kerja
    3. Lembaga pendidikan à melalui beasiswa dan meminta langsung ke lembaga pendidikan
    4. Masyarakat umum à melalui pasang iklan

Penentuan jumlah tenaga kerja

Analisa beban kerja meliputi :

  1. Peramalan penjualan
  2. Penyusunan jadwal waktu kerja
  3. Penetuan jumlah tenaga kerja untuk membuat satu unit barang

Hasil analisis à dasar penentuan jumlah tenaga kerja yg dibutuhkan utk melaksanakan satu beban kerja pada satu periode tertentu.

Analisa tenaga kerja

untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dpt tersedia pada satu periode tertentu.

 

Modal

  1. Modal riil (real capital goods) meliputi semua jenis barang utk menunjang kegiatan produksi dan jasa. Misal : mesin, pabrik, gudang dll
  2. Modal uang (money capital) à dana yg digunakan utk membeli barang modal dan faktor produksi lainnya.

Kecakapan tata laksana

  1. Disebut entrepreunership
  2. Merupakan faktor produksi yg tak dapat diraba, tetapi peranannya amat menentukan.
  3. Entrepreunership mengorganisir ketiga faktor produksi yg lain agar diperoleh hasil terbaik dan juga menanggung resiko untuk setiap usaha.

Kompensasi

    1. Tanah à sewa (rent)
    2. Tenaga manusia  à upah (wage), gaji (salary) dan royalty.
  1.                                                               i.      Royalty yg merupakan pembayaran krn dipakainya sebuah paten yg meliputi hak cipta, hak atas penemuan baru, hak mengedarkan suatu hasil produksi.
  2.                                                             ii.      Upah  à banyak dipakai utk pekerja (buruh)
    1. diberikan bulanan atau kurang dan

iii.      dipengaruhi oleh volume output yg

iv.      dihasikan setiap individu.

  1.                                                             v.      Gaji àkompensasi utk pegawai

vi.      diberikan setiap bulan dalam jumlah pasti

    1. Modal à bunga (interest)
    2. Entrepreunership à laba (profit)

 

Dlm pengupahan terdapat 3 macam teori upah :

  1. Teori pasar :Tingkat upah ditentukan kekuatan penawaran dan permintaan tenaga kerja
  2. Teori standard hidup : Upah hrs memberikan jaminan utk hidup layak
  3. Teori kemampuan membayar : Didasarkan kemampuan perusahaan untuk membayar à dipengaruhi laba
  • Faktor-faktor yg mempengaruhi tingkat upah :
  1. Pasar tenaga kerja
  2. Tingkat upah yg berlaku di daerah tsb
  3. Situasi laba perusahaan
  4. Peraturan pemerintah

Metode Pengupahan

Upah langsung (straight salary)

  1. Merupakan bentuk pembayaran upah paling sederhana
  2. Diwujudkan dlm bentuk sejumlah uang yg dibayarkan atas dasar satuan waktu tertentu (harian, mingguan, bulanan)
  3. Tidak termasuk upah lembur

Gaji (wage)

  1. Berdasarkan pada lama waktu mengerjakan suatu pekerjaan atau dihitung menurut tingkat upah atau dihitung menurut tingkat upah per jam tanpa memperhatikan kualitas dan kuantitas produk yg dihasilkan.
  2. Dipakai perusahaan yg mementingkan kualitas daripada kuantitas produk barang yg dihasilkan.

 

Upah satuan (piece work)

  1. Berdasarkan jumlah produk yg dihasilkan à memotivasi karyawan utk menghasilkan barang dlm jumlah banyak shg kualitas tdk diperhatikan
  2. Perusahaan menjamin tingkat upah minimum

Komisi

  1. Sejumlah uang yg dibayarkan untuk setiap jenis barang yg terjual bukan yg dpt diproduksi
  2. Berdasarkan persentase dan harga jual

Premi shift kerja

  1. Upah yg diberikan krn bekerja di luar jam kerja normal (sore atau malam hari)
  2. Biasanya lebih tinggi daripada tarip upah biasa

Tunjangan tambahan (fringe benefit)

  1. Digunakan untuk menarik karyawan bersedia bekerja dlm waktu yg lama
  2. Diberikan di luar upah yg biasa diterima

Misal : asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, tunjangan hari raya, hari libur, cuti, pesangon, kendaraan, pensiun dll

Upah insentif

Bertujuan mendorong karyawan agar bekerja lebih produktif

Karakteristik pokok upah insentif :

  1. Hrs menunjukkan penghargaan kepada karyawan atas produktivitasnya.
  2. Hrs dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak
  3. Tambahan upah yg diperoleh karyawan minimal seimbang dng biaya produksi terendah.

Analisis Faktor Produksi

Bila penggunaan faktor produksi (input) efisien à perusahaan mencapai kondisi optimum

Konsep dasar untuk analisis faktor produksi :

    1. Faktor produksi sebagai permintaan turunan (derived demand)
    2. Hubungan antar faktor produksi (substitusi atau komplemen)
    3. Hukum pertambahan hasil yg makin menurun (the law of diminishing return)
    4. Efek substitusi dan efek output

Faktor produksi sebagai permintaan turunan

Bila permintan thdp suatu barang sangat tergantung pada permintaan thdp barang lain.

Contoh :

Permintaan thdp tanah tergantung permintaan barang dan jasa, misal jasa gedung perkantoran

Permintaan thdp tenaga kerja tergantung pd permintaan barang dan jasa.

 

Faktor produksi substitusi dan komplemen

Bersifat substitusi bila penambahan penggunaan faktor produksi dpt mengurangi faktor prouksi lain

misal : mesin substitusi tenaga kerja

 

Bersifat komplemen bila penambahan faktor produsi  dapat menambah faktor produksi lain

misal : penambahan mesin dpt menambah penggunaan tenaga kerja

 

Hukum pertambahan hasil yg makin menurun

Penambahan penggunaan faktor produksi pd awalnya dapat memberikan penambahan hasil yg besar à namun makin lama tingkat pertambahan hasil tsb makin menurun.

Misalnya :

  1. jika berproduksi dng faktor produksi mesin sebanyak G unit dan penambahan tenaga kerja sebanyak AB unit dapat menambah output sebanyak 20 unit. Bila tenaga kerja ditambah dng jumlah yg sama ternyata hanya menambah output sebanyak 10 unit.
  2. Untuk menambah output 20 unit dilakukan penambahan mesin sebanyak DB unit, namun ketika menambah output sebanyak 10 unit jumlah unit mesin yg harus ditambah > dari DB unit.

 

Efek substitusi dan efek output

Efek substitusi

Harga faktor produksi naik à penggunaan input dikurangi dan untuk menjaga tingkat output à digunakan faktor produksi lain yg lebih murah.

Efek output atau efek skala produksi

Faktor produksi normal bila penambahan skala produksi menambah penggunaan faktor produksi.

Faktor produksi inferior bila penambahan skala produksi mengurangi penggunaan faktor produksi.

 

Faktor-faktor yg mempengaruhi permintaan faktor produksi

Harga faktor produksi

Jika faktor produksi bersifat normal à makin murah harganya makin besar jumlah yg diminta

Jika faktor produksi inferior à faktor produksi yg penggunaannya justru menurun bila kemampuan memproduksi meningkat.

Misal : tenaga kerja à tingkat produksi ditingkatkan ternyata penggunaaannya berkurang krn perusahaan lebih menyukai mesin.

Permintaan terhadap output

Makin besar skala produksi à makin besar permintaan thdp input (faktor produksi) kecuali input yg bersifat inferior.

Permintaan terhadap faktor produksi lain

Bila faktor produksi substitusi :Permintaan mesin meningkat à permintaan tenaga kerja menurun.

Bila faktor produksi komplemen : Permintaan mesin meningkat à permintaan tenaga kerja juga meningkat.

Harga faktor produksi yg lain

Berkaitan dng sifat hubungan antar faktor produksi

Permintaan thdp suatu faktor produksi meningkat bila harga faktor produksi substitusinya makin mahal.

Permintaan terhadap faktor produksi akan menurun bila harga faktor produksi komplemennya makin mahal

Kemajuan teknologi

Dapat menambah atau mengurangi permintaan terhadap faktor produksi

Jika kemajuan teknologi meningkatkan produktivitas à permintaan terhadap faktor produksi meningkat.

Kemajuan teknologi yg mengakibatkan porsi penggunaan barang modal > tenaga kerja à teknologi padat modal (capital using atau capital intensive) à meningkatkan produktivitas barang modal à permintaan barang modal meningkat.

Sebaliknya dapat menurunkan permintaan tenaga kerja bila hubungannya substitusi.

Kemajuan teknologi yg mengakibatkan porsi penggunaan tenaga kerja menjadi lebih besar à teknologi padat karya (labour using atau labour intensive) à meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Penawaran faktor produksi

Penawaran tanah bersifat inelastik sempurna krn jumlah tanah terbatas à kurva penawaran tanah tegak lurus dng harga yg ditentukan oleh tingkat produktivitas tanah.

Produktivitas diukur dari besarnya output yg dihasilkan bila berproduksi di lokasi tsb.

Penawaran tenaga kerja adlh total jumlah jam kerja yg diberikan oleh seluruh individu yg ada dlm pasar analog dng jumlah output yang ingin ditawarkan perusahaan.

Keputusan individu mengalokasikan waktu bekerja à terkait dng biaya kesempatan dari bekerja (opportunity cost) à kehilangan waktu utk tdk bekerja (leisure time).  Sebaliknya biaya kesempatan tdk bekerja à kehilangan pendapatan.

 

 

Teori Produksi

  1. Dlm aktivitas produksinya, produsen mengubah berbagai faktor produksi à barang dan jasa.
  2. Produksi tidak langsung à pembuatan setiap jenis barang modal yg pada dasarnya membantu pembuatan barang-barang yg dipakai langsung (barang konsumsi).
  3. Produksi langsung à produksi barang-barang konsumsi.
  4. Berdasar hub dng tingkat produksi dibedakan menjadi

Faktor produksi tetap à penggunaannya tidak tergantung jumlah produksi. Contoh : mesin

Faktor produksi variabel à jumlah penggunaannya tergantung tingkat produksi

Pengertian faktor produksi tetap dan variabel terkait dng waktu yg dibutuhkan utk menambah atau mengurangi faktor produksi.

 

Mesin à faktor prod. tetap krn dlm jangka pendek sulit untuk ditambah atau dikurangi.

Buruh à faktor prod. variabel krn jumlah kebutuhannya dpt disediakan dlm waktu singkat.

Dlm jangka panjang (long run) dan sangat panjang (very long run), semua faktor produksi bersifat variabel.

Kapasitas produksi dpt ditambah atau dikurangi dng menambah atau mengurangi mesin produksi.

Periode jangka pendek à perusahaan tdk mampu dng segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa faktor produksi.

Misal : industri pengolahan à periode jangka pendek mungkin hanya 2 atau 3 tahun.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Januari 6, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: