RSS

konsep pengambilan keputusan dalam manajemen operasi

06 Jan

KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN OPERASI Manajemen operasional bertanggung jawab untuk memproduksi barang dan jasa dalam organisasi.
Manajemen operasional adalah studi tentang pengambilan keputusan dalam fungsi operasi.

Pada definisi diatas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan :

Fungsi, Manajer operasi bertanggung jawab untuk mengelola departemen atau fungsi dalam organisasi yang memproduksi barang dan jasa
Sistem, Mengacu pada sistem transformasi yang memproduksi barang atau jasa. Termasuk didalamnya adalah membuat rancangan dan analisis operasi
Keputusan, Menyatakan pengambilan keputusan sebagai unsur penting dalam manajemen opersional.

penunjang pelayanan produksi.
Ü Perencanaan.
Ü Pengendalian dan pengawasan.

Ruang Lingkup Manajemen Operasi
1. Perancangan atau disain sistem produksi dan operasi
Ü Seleksi dan perancangan disain produk
Ü Seleksi dan perancangan proses dan peralatan
Ü Pemilihan lokasi dan site perusahaan dan unit produksi
Ü Rancangan tata letak dan arus kerja
Ü Rancangan tugas pekerjaan
Ü Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas
2. Pengoperasian sistem produksi dan operasi
Ü Penyusunan rencana produk dan operasi
Ü Perencanaan dan pengendalian persediaan dan pengadaan bahan
Ü Pemeliharaan mesin dan peralatan
Ü Pengendalian mutu
Ü Manajemen tenaga kerja (SDM)

Pengambilan Keputusan
Dilihat dari kondisi atau keadaan dari keputusan yang harus diambil, ada 4 macam pengambilan keputusan :
1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

Beberapa Jenis Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Operasi :
Ü Proses : keputusan mengenai proses fisik dan fasilitas yang dipakai
Ü Kapasitas : keputusan untuk menghasilkan jumlah, tempat dan waktu yang tepat
Ü Persediaan : keputusan persediaan mencakup mengenai apa yang dipesan, berapa banyak, kualitas dan kapan bahan baku dipesan
Ü Tenaga kerja : keputusan tenaga kerja mencakup seleksi, recruitment, penggajian, PHK, pelatihan, supervise, kompensasi dan promosi terhadap karyawan, penggunaan tenaga spesialis.
Ü Kualitas/mutu : keputusan untuk menentukan mutu barang dan jasa yang dihasilkan, penetapan standar, disain peralatan, karyawan trampil, dan pengawasan produk dan jasa.

Keputusan Dalam Manajemen Sistem Produksi
Ü Keputusan perencaan strategik jangka panjang dalam sumber daya
Ü Disain sistem produktif : pekerjaan, jalur proses, tata arus, dan susunan saran fisik
Ü Keputusan implementasi operasi : harian, mingguan dan bulanan.

Keputusan Perencanaan Strategis :
Ü Pemilihan disain rangkaian produk dan jasa
Ü Keputusan perencanaan kapasitas, lokasi gudang, rencana ekspansi
Ü Sistem pembekalan, penyimpanan dan logistik.

Pengambilan keputusan sebagai kelanjutan dari cara pemecahan masalah memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik secara institusional maupun secara organisasional. Di samping itu, fungsi pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efek atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.

Terkait dengan fungsi tersebut, maka tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan: (1) tujuan yang bersifat tunggal. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain dan (2) tujuan yang bersifat ganda. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif.

Agar pengambilan keputusan dapat lebih terarah, maka perlu diketahui unsur atau komponen pengambilan keputusan. Unsur pengambilan keputusan itu adalah: (1) tujuan dari pengambilan keputusan; (2) identifikasi alternatif keputusan yang memecahkan masalah; (3) perhitungan tentang faktor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau di luar jangkauan manusia; dan (4) sarana dan perlengkapan untuk mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan keputusan.

Sementara itu, George R. Terry menyebutkan 5 dasar  (basis) dalam pengambilan keputusan, yaitu: (1) intuisi;  (2) pengalaman; (3) fakta; (4) wewenang;  dan (5) rasional.

1. Intuisi.

Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi adalah pengambilan keputusan  yang berdasarkan perasaan yang sifatnya subyektif.  Dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi ini, meski waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif pendek, tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif  kurang baik karena seringkali mengabaikan dasar-dasar pertimbangan lainnya.

2. Pengalaman.

Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.

3. Wewenang.

Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya, atau oleh orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Hasil keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dan memiliki otentisitas (otentik),  tetapi  dapat menimbulkan sifat rutinitas, mengasosiasikan dengan praktek diktatorial dan sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan

4. Fakta.

Pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.

5. Rasional.

Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasio, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan dan konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengambilan keputusan secara rasional ini berlaku sepenuhnya dalam keadaan yang ideal. Pada pengambilan keputusan secara rasional terdapat beberapa hal sebagai berikut:

  • Kejelasan masalah: tidak ada keraguan dan kekaburan masalah.
  • Orientasi tujuan: kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai.
  • Pengetahuan alternatif: seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
  • Preferensi yang jelas: alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria.
  • Hasil maksimal: pemilihan alternatif terbaik berdasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal.

Pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat urgen dalam manajemen, karena keputusan yang diambil oleh manajer merupakan pemikiran akhir yang harus dilaksanakan oleh bawahannya atau mereka yang bersangkutan dengan organisasi yang dipimpin. Penting karena menyangkut semua aspek manajemen. Apabila terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan itu akan mengakibatkan kefatalan bagi organisasi, mulai kerugian secara citra sampe kerugian yang sifatnya finansial (dana). Adakalanya keputusan diambil sendiri oleh manajer, tapi tidak jarang diambil bersama staftergantung masalah yang ada dan kepemimpinan yang jelas pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Ada masalah yang mudah dipecahkan, ada yang sukar, ada juga yang sangat sulit tergantung besarnya dan luas sangkut paut. Atas dasar itulah keputusan maka keputusan yang di hasilkan ada yang tidak mengandung resiko apa-apa, ada yang resikonya kecil ada pula yang besar bahkan sangat besar.

Tiga tahap pengambilan keputusan:

1.      pemahaman

2.      perancangan

3.      pemilihan

Dengan demikian proses pemgambilan keputusan dapat di pandang sebagai arus dari pemahaman sampai perancangan dan pemilihan, tetapi pada setiap tahap hasilnya akan dikembilkan lagi pada tahap sebelumnya untuk dimalainya lagi. Ada beberap yang berlainan untuk menggolongkan pengambilan kepurtusan. Kesadaran dan kerangka dan paham ini.akan bermamfaat dalam pembicaraan selanjutnya. Suatu sistem pengambilan keputusan dapat bersifat tertutup atau terbuka. Sistem pengambilan tertutup menganggap bahwa keputusan di pidahakan dari masukan yang tidak di ketahui dari lingkungannya. Dalam sistem ini pengambil keputusan di anggap:

a.       Mengatahui semua alternatif dan akibat dari hasil masing-masing alternatif

b.      Mempunayai suatu metode yang memungkinkan ia membuat uruan alternatif yang disuakai

c.       Memilih alternatif yang memaksimumkan sesuatu

Model keputusan terbuka menganggap pengambil keputusan:

a.       Tidak mengetahui semua alternatif  dan semua hasil

b.      Melakukan penyelidikan secara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang memuaskan

c.       Mengambil keputusan yang memuaskan tingkat keinginannya.

PENGERTIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pembuatan keputusan dapat didefinisikan seabgai penentuan serangkaian kegiatan untuk mencapai hasil yang di inginkan. Pembuatan keputusan ini  betujuan untuk mengetahui mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkutan sehingga usaha pencapaian tujuann yang dimaksud dapat dilaksanakan secara baik dan efektif. Masalah atau probelm yang di maksid dapat dibagi tiga golongan besar:

1.      Masalak korektif

2.      Masalah progresif

3.      Masalah kreatif

Efesiensi dan efektifitas suatu perusahaan biasaya dapat diduga dari jenis atau macam masalah yang sering di hadapi. Sebuah perusahaan yang sering menghadapi korektif menggambar cara kerja yang kurang efesien dan kurang efektif . di lain pihak perusahaan yang sering progresif dan kreatif .menggambarkan perusahaan yang menggambarkan perusahaan yang relatif sukses dan inovatif.

TIPE PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pembuatan keputusan tidak hanya dilakukan oleh para manajer puncak tetapi juga para manajar menengah dan lini pertama. Setiap jabatan seorang dalam organisasi menyangkut  berabagai drajat pembuatan keputusan bahkan pekerjan rutin sekalipun dan dalam macam organisasi apapun manajer akan membuat tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada. Salah satu metode pengklasifikasian keputusan yang banyak di gunakan adalah menentukan apakan keputusan itu diprogram atau tidak keputusan juga dapat dibedakan menjadi keputusan yang dibuat di bawah kondisi kepastian  resiko dan ketidak pastian. Keputusan yang di buat menurut kebiasaan, aturan, prosedur. Keputusan ini rutin dan berulang-ulang setiap organisasi mempunyai kebiasaan tertulis atau tidak tertulis yang memudahkan pembutan keputusan dalam situasu yang berulang dengan membatasi dan menghilangkan altetnatif.

Masalah rutin tidak slalu sederhana keputusan yang di program dapat juga dalam penanganan masalah yang kompek dan rumit. Bila suatu masalah berulang dan unsur komponen dapat dirumuskan, diperkirakan, dan di analisis maka hal itu dapat menjadi calon pembuatan keputusan yang diprogram. Keputusan yang tidak diporogram dilain pihak adalah keputusan yang berkenaan dengan masalah khusus, khas atau tidak biasa. Bila suatu masalah tidak timbul jika tidak diliput dari kebikjasanaan atau sangat penting sehingga perlu penganan  khusus, harus di selesaikan dengan keputusan yang tidak diprogram

Herbert A Simon mengemukakan tehnik tradisioan dan moderen dalam pembuatan keputusan yang diprogram dan tidak diprogram

Tehnik-tehnik pembuatab keputusan tradisioan dan moderen

Tipe-Tipe Keputusan Tehnik-Tehnik Pembuatan Keputusan
Tradisioal Moderen
DiprogramKeputusan rutin dan berulang-ulang

Organisasi

Mengembangkan proses khusus bagi penanganannya.

1.      Kebiasaan2.      Kegiatan rutin:

prosedur pengoprasian    standart

3.      Struktur organisasi

pengaharapan umum

sistem tujuan saluran informasi yang disusun dengan baik

1.      Tehnik2.      Riset oprasi:

Analisa matematik

Model-model simolasi      komputer

3.      Pengolahan data eletrtonik

Tidak diprogram:Keputusan sekali pakai disusun tidak sehat dan kebiksanaan  ditangani dengan pemecahan masalah umu 1.      Kebiksanaan intuisi dan kreativitas2.      Coba-coba

3.      Seleksi dan pelatiahan para pelaksana

Tehnik pemecahan masalah yang di terapkan pada:a.              latiahan membuat keputusan

b.             penyusunan program komputer

“Heuristic”

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Banyak menejer yang harus membuat suatu keputusan dengan metode pembuatan keputusan informal untuk memberi pedoaman bagi manajer. Manajer dapat menggunakan pemikiran yang di sebut dangan ap preori yaiti manajar membauat anggapan bahwa penyelesaia yang paling logis adalah yang paling benar.

TAHAP-TAHAP PROSES PEMGAMBILAN KEPUTUSAN

Pemahaman dan perumusan masalah. Para manajer sering menghadapi kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit dikemukakan atau bahkan sering hanya mengedentifikasi gejala masalah, baukan penyebab yang mendasar

Pengumpulan dan analisis data yang relevan. Setelah manajer menemukan dan merumuskan masalah, manajer harus mulai memutuskan langkah-langkah selanjutnya

Pengembangan alternatif-alternatif. kecenderungan untuk menerima alternatif keputusan yang pertama yang feasibel sering menghindarkan menajer dari penyelesaian yang terbaik untuk masalah manajer.

Evalusi alternatif-alternatif setelah manajer mengembangkan sekumpulan alternatif manajer harus mengevalusi untuk menilai efektifitas setiap Pemeiliahan alternatif yang terbaik. Tahap ke lima pembutan keputusan hasil evalusai berbgai alternatif . Alternatif yang terpilih pada jumlah informasi yang tersedia bagi manajer dan ketidak kesempurnaan kebijakan manajer.  Implementasi pendidikan setelah alternatif dipilih para manajer harus membuat rencana untuk mengatsi berbagai persaratan dan masalah yang mungkin di jumpai dalam penerapan keputusan.evalusi hasil-hasil keputusan implementasi keputusan harus dimonetor terus menerus
KRITERIA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

            Kreteria untuk memilih alternatif dalam model normatif adalah pemaksimlan (laba,kegunaan, nilai yang di harapkan dsb) tujuan ini apabila di nyatakan dalam bentuk kuantitatif di sebut fungsi objektif untuk suatu keputusan. Pandangan untuk suatu kebiasaan mengenai kreteria untuk pengmbilan keputusan yang mengadung resiko adalah memaksimalkan nilai yang di harapakan

Suatu pandangan alternatif mengenai kreteria untuk pemgambilan keputusan adalah pemuasan. Pandangan ini berasal dari model prilaku yang diskriptif yang mengatakan bahwa mengambnil keputusan tidak mengetahui alternatif yang jelas dan harus mengadakan penyelidikan untuk mendapatkannya.

POHON KEPUTUSAN

Pohon keputusan dikembangkan untuk membantu para manajer membuat serangkaian yang melibatkan pertistiwa ketidakpastian. Pohon keputusan adalah suatu peralatan yang menggambarkan secara grafik berbagai kegiatan yang dapat di ambil dan dihubungkan kegiatan ini dengan bergai peristiwa di waktu mendatang yang dapat terjadi seperti tehnik resec yang lainya, pohon keputusan tidak akan membuat keputusan bagi manajar kebijakan masih akan diperlukan. Bagaiamanapun dalam berbagai situasi yang tepat penggunaan pohon keputusan akan mengurangi kekacauan potensial dalam satu masalah komplek dan memungkinkan manajar menganalisis masalah secara rasional. Pohon keputusan dapat lagi menjadi rinci dan komplek bila jumlah alternatif yang mungkin, peristiwa, dan pay offs meningkat. Pohon keputusan ini dapat membantu par manajr mempertimbangkan keputusan dengan cara lebih logis dan membuat mereka lebih memperhatikan perkiraan hasil manajer.

Skala Pengukuran Pengambilan Keputusan:

  1. Skala nominal
  2. Skala ordinal
  3. Skala interval
  4. Skala ratio
  5. Skala absolut

Metode Kuantitatif Dan Pengambilan Keputusan

            Manajer di haruskan membuat rencana dan keputusan efektif  manajer tidak hanya menggantungkan pada intuisinya saja dalam perencanaan dan pembuatan keputusan tetapi manajer memerlukan bantuan barbagai tehnik dan peralatan kuntitatif

Konsep riset oprasi

Ada tujuh utama riset oprasi dalam proses pengambilan sebgaiman berikut:

  1. terpusat pada pembutan keputusan
  2. menggunaan metode ilmiah
  3. menggunaan matematik
  4. efektivitas ekonimis
  5. bergantung pada komputer
  6. pendekatan tim
  7. orentasi sistem

sedangkan pendekatan riser oprasi untuk pemecahan masalah sebagai alternatif di dalam proses pengambilan keputusan mempunyai lima tahap:

  1. diagnosa masalah
  2. perumusan masalah
  3. pembuatan model
  4. analisis model
  5. implementasi penemuan

sebagian besar proyek riset operasi sangat bersandar pada model matetika. Para ahli manajemen menggunakan model-model matetika karena dapat diubah-ubah dengan murah dan karena ketepatannya. Suatu model matematika mensyaratkan bahwa semua elemen penting dan hubungan-hubungan sebab akibat suatu masalah ditentukan .

beberapa model dan teknik operasi akan dibahas berikut ini:

  1. programasi linier
  2. teori antrian
  3. analisis network
  4. teori permainan
  5. model markof
  6. programasi dinamik
  7. simulasi

aplikasi riset operasi

paling tidak delapan jenis masalah praktek manjerial dengan teknik-teknik riset operasi sering dterapkan :

  1. masalah persediaan
  2. masalah alokasi
  3. masalah antrian
  4. masalah pengurutan
  5. masalah rauting
  6. masalah penggantian
  7. persaingan
  8. pencarian.

Manajemen Operasional adalah usaha pengelolaan secara optimal penggunan faktor produksi : tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya dalam proses tranformasi menjadi berbagai produk barang dan jasa.

Apa Yang Bisa Dilakukan Manajer Operasi Dan Orientasi Manajer Operasi
Melakukan fungsi-fungsi proses manajemen : perencanaan, pengorganisasian, pembentukan staf, kepemimpinan dan pengendalian.
Orientasi manajer operasi ialah mengarahkan keluaran/output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.

Tanggung Jawab Manajer Operasi
Ü Menghasilkan barang dan jasa.
Ü Mengambil keputusan yang berkaitan dengan fungsi operasi dan sistem transformasi.
Ü Mengkaji pengambilan keputusan dari suatu fungsi operasi.

Fungsi Produksi Dan Operasi
Ü Proses produksi dan operasi.
Ü Jasa-jasa
Pengertian Sistem Produksi :
Wahana yang dipakai untuk mengubah masukan-masukan sumberdaya untuk menciptakan barang dan jasa.
Ada tiga macam sistem dalam proses produksi :
Ü Proses produksi yang kontinyu
Ü Proses produksi terputus-putus
Ü Proses produksi bersifat proyek

STRATEGI OPERASI
Strategi operasi merupakan fungsi operasi yang menetapkan arah untuk pengambilan keputusan yang diintegrasikan dengan strategi bisnis melalui perencaan formal. Menghasilkan pola pengambilan keputusan operasi yang konsisten dan keunggulan bersaing bagi perusahaan.

Tipe :
1. Strategi produksi biaya rendah, melalui penekanan biaya produksi :
Ü Teknologi tinggi, biaya tenaga kerja rendah, tingkat persediaan rendah, mutu terjamin.
Ü Bagian pemasaran dan keuangan mendukung.
2. Strategi inovasi produk dan pengenalan produk baru :
Ü Harga bukan masalah dalam pemasaran.
Ü Fleksibilitas dalam pengenalan produk baru.

PERENCANAAN PABRIK
Perencanaan pabrik (factoy planning) angat penting karena diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan agar tujuan perusahaan tercapai dengan efektif dan efisien.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 6, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: