RSS

pengantar ekonomi pembangunan-indikator pembangunan

06 Jan

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI RAHMANIYAH

(STIE) RAHMANIYAH SEKAYU

 

MATA KULIAH           : PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN

PERTEMUAN             : II (KEDUA)

MATERI                      : INDIKATOR PEMBANGUNAN

 

  1. A.   INDIKATOR MONETER
  2. 1.    Pendekatan Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita selain bisa memberikan gambaran tentang laju pertumbuhan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara juga dapat menggambarkan perubahan corak perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sudah terjadi diantara berbagai negara.

PENDAPATAN PERKAPITA PERTAHUN PERLU DIKETAHUI UNTUK :

  1. MEMBANDINGKAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DARI MASA KE MASA
  2. MEMBANDINGKAN LAJU PERKEMBANGAN EKONOMI ANTARA BERBAGAI NEGARA
  3. MELIHAT BERHASIL TIDAKNYA PEMBANGUNAN EKONOMI SUATU NEGARA.

Kelemahan :

  1. Kelemahan umum pendekatan pendapatan perkapita sebagai indikator pembangunan (indeks kesejahteraan) adalah bersumber pada anggapan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat ditentukan oleh besarnya pendapatan perkapita.
  2. Kelemahan metodologis yang timbul karena perbandingan tingkat kesejahteraan antar masyarakat mengabaikan adanya perbedaan antara negara-negara sebagai berikut : struktur umur penduduk, distribusi pendapatan masyarakat nasional, metode perhitungan pendapatan dan perbedaan kurs.

KELEMAHAN AD 1

v  KELEMAHAN METODOLOGIS & STATISTIS DALAM MENGHITUNG PENDAPATAN PERKAPITA DALAM NILAI MATA UANG SENDIRI MAUPUN MATA UANG ASING.

v  TERJADI PENAFSIRAN YANG SALAH / TERLALU RENDAH THD NEGARA MISKIN KARENA JENIS-JENIS KEGIATAN DI NEGARA MISKIN TERDIRI DARI UNIT-UNIT KECIL DAN TERSEBAR DI BERBAGAI PELOSOK SHG TIDAK DIMASUKKAN DALAM VARIABEL PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL.

v  NILAI TUKAR RESMI MATA UANG SUATU NEGARA DENGAN VALUTA ASING TIDAK MENCERMINKAN PERBANDINGAN HARGA KEDUA NEGARA, WALAUPUN DALAM TEORI DIKATAKAN NILAI TUKAR INI MENYATAKAN HARGA.

KELEMAHAN AD 2

FAKTOR-FAKTOR LAIN MENENTUKAN PENDAPATAN DARI TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SUATU NEGARA

1.    FAKTOR EKONOMI :

v  STRUKTUR UMUR PENDUDUK

v  DISTRIBUSI PENDAPATAN TIDAK MERATA, SEBAGIAN TIDAK MENIKMATI HASIL PEMBANGUNAN.

v  CORAK PENGELUARAN MASYARAKAT BERBEDA

v  MASA LAPANG / WAKTU SENGGANG TINGGI

v  PEMBANGUNAN EKONOMI TDK HANYA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT TETAPI JUGA HARUS MENGURANGI JUMAH PENGANGGURAN.

2.     FAKTOR NON EKONOMI :

v  PENGARUH ADAT ISTIADAT

v  KEADAAN IKLIM DAN ALAM SEKITAR

v  KETIDAKBEBASAN BERTINDAK DAN MENGELUARKAN PENDAPAT DAN BERTINDAK

  1. 2.    Indikator Kesejahteraan Ekonomi Bersih (Net Economic Welfare) => William Nordhaus dan James Tobin (1972)

Diperkenalkan William Nordhaus dan James Tobin (1972), menyempurnakan nilai-nilai GNP untuk memperoleh indicator ekonomi yg lebih baik, dgn dua cara :

  1. a.    Koreksi Positip : Memperhatikan waktu senggang (leisure time) dan perekonomian sector informal.
  2. b.    Koreksi Negatif : Kerusakan lingkungan oleh kegiatan pembangunan

INDIKATOR NON MONETER

  1. Indikator Sosial

Oleh Backerman ; dibedakan 3 kelompok :

  1. Usaha membandingkan tingkat kesejahteraan masy. di dua negara dengan memperbaiki cara perhitungan pendapatan nasional, dipelopori oleh Collin Clark dan Golbert dan Kravis.
  2. Penyesuaian pendapatan masy. dibandingkan dengan mempertimbangkan tingkat harga berbagai negara.
  3. Usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan dari setiap negara berdasarkan data yg tdk bersifat moneter (non monetary indicators).

Indikator non moneter yg disederhanakan (modified non-monetary indicators).

  1. Indeks Kualitas Hidup dan Indeks Pembangunan Manusia

Morris D : Physical Quality of Life Index (PQLI) Indeks Kualitas Hidup (IKH) yaitu gabungan tiga faktor : tingkat harapan hidup, angka kematian dan tingkat melek huruf. Sejak thn 1990 UNDP mengembangkan indeks pembangunan manusia (Human Development Index = HDI) : (1) Tingkat harapan hidup (2) Tingkat melek huruf masyarakat dan (3) Tingkat pendapata riil perkapita masy. berd. Daya beli masing-masing negara. Besarnya indeks 0 s/d 1. Semakin mendekati 1 berarti indkes pembangunan manusianya tinggi demikian sebaliknya.

  1. Indeks Campuran

BPS : Indikator Kesejahteraan Rakyat Susenas Inti (Core Susenas) Pendidikan : tk pendidikan, tk melek huruf & tk partisips pendidikan

  1. Kesehatan : rata-rata hari sakit, fasilitas kesehatan
  2. Perumahan : sumber air bersih & listrik, sanitasi & mutu rumah
  3. Angkatan kerja : partisipasi tenaga kerja, jml jam kerja, sumber penghasilan utama, status pekerjaan
  4. Keluarga Berencana dan Fertilisasi : Penggunaan ASI, tingkat imunisasi, kehadiran tenaga kesehatan pada kelahiran, penggunaan alat kontrasepsi
  5. Ekonomi : tingkat konsumsi perkapita
  6. Kriminalitas : jml pencurian pertahun, jumlah pembunuhan pertahun, jumlah perkosaan pertahun.
  7. Perjalanan wisata : frekuensi perjalanan wisata pertahun
  8. Akses di media massa : jumlah surat kabar, jumlah radio dan jumlah televisi

DAFTAR PUSTAKA

 Arsyad, Lincolin. 2004. Ekonomi Pembangunan, Edisi Keempat. Yogyakarta. BPSTIE-YKPN.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 6, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: